InSpirator #23

Alan Turing

Halo, Sobat Karya!

Pernah mendengar film The Imitation Game yang dibintangi oleh Benedict Cumberbatch? Yup, film tersebut mengangkat kisah hidup Alan Turing. Memiliki nama lengkap Alan Mathison Turing, beliau adalah tokoh matematikawan dan ahli logika dari Inggris yang memberikan kontribusi besar pada matematika, pembacaan sandi, logika, filsafat, dan biologi matematika dan juga ilmu komputer, ilmu kognitif, dan kecerdasan buatan.

Turing berperan penting dalam memecahkan pesan kode Nazi yang diputus dan memungkinkan Sekutu untuk mengalahkan Nazi dalam banyak persitiwa penting. Kontribusi Turing dalam Perang Dunia II diperkirakan memperpendek perang tersebut lebih dari dua tahun dan menyelamatkan lebih dari 14 juta jiwa.

Mesin Turing

Lahir di London, 23 Juni 1912, Alan Turing sudah menunjukkan bakatnya dibidang teknik komputer sejak remaja. Pada tahun 1930, Turing berhasil membuat sebuah mesin bernama “Turing Machine”atau Mesin Turing yaitu sebuah mesin yang dapat menjalankan sekumpulan perintah sederhana yang kemudian menjadi cikal bakal dari komputer modern.

Perang Dunia II

Selesai menempuh pendidikannya di Universitas Princeton, Amerika Serikat. Alan Turing kemudian kembali ke Inggris dan bekerja di Departemen Komunikasi Britania Raya. Ketika Perang Dunia II berkecambuk tahun 1939 hingga 1945, ia ditugaskan untuk memecahkan informasi yang terdapat di mesin enkripsi, Enigma, buatan Nazi Jerman.

Menguraikan Enigma

Turing, bersama tim ilmuwan Kerajaan Inggris, merancang sebuah komputer bernama “Colossus Computer” untuk membantu memecahkan informasi yang terenkripsi dari pihak Nazi Jerman. Colossus Computer dibuat oleh Tommy Flowers dengan desain dari Turing. Tidak lama setelah itu, Turing kemudian berhasil memecahkan kode-kode dari mesin Enigma dengan membuat sebuah mesin pemecah kode Enigma lain yang diberi nama “The Bombe” yang diciptakan pada tahun 1939 oleh Turing.

Peninggalan

Sebagain Bapak disiplin Ilmu Komputer dan pahlawan perang, peninggalannya dirayakan di mana-mana. British Royal Society menerbitkan biografinya, hidupnya diadaptasi menjadi sebuah film, banyak monumen yang didirikan sebagai peringatan baginya, dan juga beberapa hal dinamai menurut namanya.

Sumber Gambar :
https://cdn-images-1.medium.com/max/1600/1*FCZMG2AgKPDXqXyOtV4faA.png

InSpirator #22

Michael Martin Hammer

Michael Martin Hammer (13 April 1948 – 3 Sept 2008) adalah seorang insinyur Amerika, penulis manajemen, dan mantan profesor ilmu komputer di Massachusetts Institute of Technology (MIT), yang dikenal sebagai salah satu pendiri teori manajemen Business Process Reengineering (BPR). BPR adalah strategi manajemen bisnis yang dirintis pada awal 1990-an. BPR berfokus pada analisis dan desain alur kerja dan proses bisnis dalam suatu organisasi.

Pada tahun 1993, bersama dengan James A. Champy, Hammer menulis buku bisnis berjudul Reengineering the Corporation: A manifesto for Business Revolution. Buku tersebut sukses merevolusionisasi bagaimana bisnis berbisnis. Oleh karena itu, Hammer dikenal sebagai bapak reengineering; sebuah inovasi manajerial yang kini telah menjadi bagian dari standar praktik bisnis.

Kehidupan Awal

Hammer, seorang putra penyintas Holocaust, menghabiskan masa kecilnya di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat. Hammer meraih gelar BS, MS, dan Ph.D. dari Massachusetts Institute of Technology secara berurutan pada tahun 1968, 1970, dan 1973. Hammer sempat berprofesi sebagai seorang profesor di departemen Ilmu Komputer MIT dan seorang dosen di MIT Sloan School of Management.

Terobosan

Artikel Hammer yang berjudul “Reengineering Work: Don’t Automate, Obliterate” diterbitkan di Harvard Business Review. Klaim Hammer dalam artikel ini dinilai cukup kontroversial pada masanya. Ide Hammer ini kemudian dikembangkan ke dalam sebuah buku yang ia tulis bersama James A. Champy yang berjudul “Reengineering the Corporation: A manifesto for Business Revolution”.

Pengaruh

Buku Reengineering the Corporation terjual sebanyak 2,5 juta eksemplar dan dielukan sebagai buku bisnis paling penting di tahun 1990-an; membuat nama Hammer tercantum di urutan pertama dalam daftar 25 Orang Paling Berpengaruh di Amerika versi Majalah Time tahun 1996. Majalah Forbes juga mengurutkan buku Hammer dalam “10 Buku Bisnis paling Penting dalam 20 Tahun Terakhir”

2008

Hammer tutup usia di umur 60 tahun akibat komplikasi pendarahan otak yang dideritanya saat liburan. Hammer dimakamkan di Baker Street Jewish Cemeteries di Boston.