Expert Talks: Temukan Karir Masa Depan Kalian!

Halo, teman-teman Pembawa Perubahan! Wah, kemarin, kita sudah melaksanakan wisuda ke-123. Menarik nih teman-teman. Berbicara mengenai wisuda, tentu terlintas di benak kita bagaimana kehidupan pasca kuliah. Nah, langsung aja kita bahas yuk!

Pada artikel kali ini, kita akan membahas kehidupan pasca kuliah seputar karir masa depan apa yang bisa didapatkan Mahasiswa Sistem Informasi. Acara kali ini terbilang cukup spesial, dimana pada tanggal 11 April 2021, Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi telah menyelenggarakan sebuah acara yang mengundang beberapa alumni Sistem Informasi ITS yang telah sukses meniti karirnya, yakni Expert Talks. Acara ini diselenggarakan oleh departemen Technology Development HMSI yang mengusung tema “Develop your Future Career”. 

Expert Talks merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teman-teman mengenai keprofesian Sistem Informasi kepada Mahasiswa SI dengan menghadirkan para expert di bidangnya. Mahasiswa yang mengikuti acara ini juga mendapat wawasan dalam bidang bidang keilmuan sistem informasi. Ada 4 bidang profesi yang dibahas pada acara ini, yaitu Product Designer, Data Scientist, Software Engineer, dan Product Manager. 

Acara Expert Talks dibuka dengan registrasi peserta dan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). Kemudian dilanjutkan dengan materi yang pertama, yakni Product Designer yang dibawakan langsung oleh Mas Ryan Handy Priyadma yang sekarang tengah menjadi Head of Product Design di Tiket.com. pada materi desain produk ini, mas Ryan menjelaskan beberapa hal terkait desain baik itu UI maupun UX. Ternyata desain ini terbagi menjadi 3 bagian, yakni Riset, Desain, dan Validasi. Dari 3 bagian itu dibagi beberapa spesialis dalam desain produk seperti UI/UX Designer, Researcher, Interaction designer, dan UX Researcher.

Kemudian ada materi kedua yang dibawakan oleh Mas Nikolaus Herjuno Sapto mengenai Data Scientist. Saat ini Mas Niko tengah bekerja sebagai Data Analyst di Traveloka. Disini mas Niko menjelaskan bahwa data Scientist ini mencakup beberapa hal, yakni Software Engineering, Math/Optimization, Statistika, dan Business Analytics.

Materi selanjutnya mengenai Software Engineer yang dibawakan oleh Mas Nauval Panca Atmaja sebagai Software Development Manager di Advotics. Mas Nauval menjelaskan bahwa tugas seorang Software Engineer adalah bagaimana membuat suatu produk yang memiliki fungsi dan mudah digunakan. Selain itu, Software Engineer ini juga akan memecahkan berbagai masalah yang membutuhkan Analytical Thinking, Technical Knowledge, dan Creativity.

Materi terakhir pada sesi Expert Talks ini mengenai Product Manager yang dibawakan langsung oleh Mas Tiyo Avianto sebagai Founder Paper Digital Nusantara. Pada sesi kali ini, Mas Tiyo memaparkan skill apa sih yang dibutuhkan oleh seorang Manajer Produk. Ternyata hal yang paling penting adalah mengenai skill Design Thinking yang dibutuhkan untuk menumbuhkan Inovasi. Design Thinking ini meliputi 5 tahapan dalam pelaksanaannya, yakni Emphatize, Define, Ideate, Prototype, Test, dan Implement.

Nah, seru banget kan materi Expert Talks kali ini! Buat yang ketinggalan, bisa mengikuti sesi Expert Talks di lain kesempatan, yaa. Semoga artikel tentang Expert Talks kali ini bermanfaat dan bisa memberikan wawasan baru mengenai dunia pekerjaan yang berkaitan dengan  keprofesian Sistem Informasi. Semangat dan Teruslah Berkarya!

Perpisahan Hangat Wisudawan 123 Sistem Informasi ITS

Wisuda merupakan salah satu acara yang dinantikan oleh seluruh mahasiswa yang telah menempuh Pendidikan, dimana seluruh mahasiswa mengenakan toga dan saling berkumpul merayakan terakhir kali mereka dapat berkumpul satu sama lain. ITS telah melaksanakan wisuda pertamanya pada tahun 2021, yakni Wisuda ke-123 pada hari Sabtu (10/4).

Ini merupakan kali kedua bagi ITS dalam melaksanakan wisuda secara online. Meskipun demikian, setiap departemen ingin memberikan perpisahan terbaik bagi wisudawan, terutama Departemen Sistem Informasi ITS. Kali ini, Departemen Sistem Informasi telah menyiapkan acara wisuda ke-123 dengan lebih matang daripada tahun lalu. Dengan mengusung tema Pirates of Caribbean, Wisuda ke-123 Sistem Informasi menjadi spesial dan berkesan. Bukan hanya itu saja, tampilan wisuda yang menarik dengan menggabungkan Zoom dan Youtube HMSI ini menjadikan Wisuda ke-123 Sistem Informasi berbeda dari wisuda online sebelumnya.

Acara Wisuda ke-123 Sistem Informasi ITS dibuka oleh Master of Ceremony (MC) dari mahasiswa Sistem Informasi 2020, yaitu Syifa dan Aqsha. Kemudian dilanjutkan sambutan oleh Bapak Mudjahidin, S.T., M.T., selaku Kepala Departemen Sistem Informasi dan sambutan dari Naufal Rasyad selaku Ketua HMSI ITS. Tahun ini, Sistem Informasi ITS memiliki 2 mahasiswa terbaik yang memberikan sambutan mewakili masing-masing program studi baik S1, yakni Ahmad Rifqy Syarwani dan S2, yakni Nisrina Fadhilah Fano.

“Saya ingin memberikan banyak-banyak terima kasih kepada para dosen SI yang memberikan banyak ilmu serta pengalaman selama di SI dari mulai masuk hingga lulus mendapat gelar sarjana. Saya juga berterima kasih dengan semua manajemen SI dan teman-teman SI lainnya yang mana dapat membuat lingkungan SI ini menjadi suportif dalam pengembangan dan minat bagi mahasiswanya. Semoga kedepannya kami para wisudawan dapat tetap berkomunikasi dan secepatnya dapat bertemu secara langsung,” ungkap Ahmad Rifqy Syarwani dalam sambutannya. 

Meskipun wisuda kali ini masih diadakan secara online, tetapi para dosen dan mahasiswa Sistem Informasi tetap ingin memberikan kenangan terbaik untuk para wisudawan Sistem Informasi ke-123. Untuk itu, diadakan sesi spesial yang berupa persembahan untuk wisudawan. Persembahan yang pertama datang dari Mahasiswa Sistem Informasi 2020 dengan bernyanyi dan membawa kesan-pesan untuk wisudawan melalui foto dan tulisan di dalam video. Kemudian ada juga persembahan spesial dari dosen-dosen Sistem Informasi, yakni Ibu Mahendrawathi ER., ST., M.Sc., Ph.D. yang secara spesial bernyanyi acapella dan juga Ibu Ika Nurkhasanah, S.Kom, M.Sc. yang bernyanyi sekaligus bermain ukulele. 

Selanjutnya ada pembacaan kesan-pesan oleh Ibu Mahendrawathi dari mahasiswa SI kepada wisudawan maupun dari wisudawan kepada dosen dan teman-teman mahasiswa SI lainnya. Sebagai puncak acara wisuda ke-123 SI ITS, para dosen SI memberikan beberapa pesan untuk para wisudawan dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama wisudawan 123. 

Perhelatan Wisuda ke-123 Sistem Informasi cukup berjalan dengan lancar dan berkesan. Semoga momen ini bisa selalu dikenang dan diabadikan oleh para wisudawan 123. Selamat wisuda mas dan mbak, semoga ilmu dan pengalaman yang didapatkan di Sistem Informasi bermanfaat untuk masa depan. Sukses Selalu!

WORKSHOP STARTUP 2021

Halo, teman-teman Pembawa Perubahan! Bagaimana kabar perkuliahan yang sudah berjalan 1 bulan? Pasti seru, kan? Nah, biar makin seru lagi, kita akan bahas informasi yang tentunya menarik dan relate banget sama sistem informasi. Bahkan mungkin ada dari kalian yang udah mulai belajar dan mencoba langsung di bidang ini. Langsung aja yuk! 

Yap! Kali ini kita akan membahas mengenai Startup, teman-teman. Pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan startup? Untuk itu, pada tanggal 28 Maret 2021, Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi mengadakan acara yang menarik yaitu, Workshop Startup. Workshop ini merupakan kegiatan yang diselanggarakan oleh departemen Entrepreneurship HMSI. Kali ini, Workshop ES ini mengenalkan startup, bisnis, dan hal lainnya yang berkaitan juga. Kegiatan workshop ini memiliki tujuan agar peserta dapat berinteraksi langsung dan menambah wawasan dengan orang-orang yang telah berpengalaman dalam dunia startup.

Workshop startup ES tahun ini diadakan dengan tema “Perubahan Strategis Startup Pada Masa Pandemi serta Pengadaptasian Untuk ke Depannya” memiliki fokusan dalam pengenalan startup. Kemudian kegiatan ini juga mengenalkan bagaimana startup dapat bertahan dan berkembang selama pandemi ini. Workshop Startup ini mengundang mentor spesial yakni Bapak Jacob Win, ST., S.Kom, M.Kom, CPC, CT.NLP, CHt (professionalsional eBusiness Coach). Berbeda dengan workshop sebelumnya, pada kegiatan kali ini, dibuat lebih interaktif karena Bapak Jacob sendiri yang memandu dan menjadi mentor bagi para peserta sehingga bisa saling berdiskusi dua arah secara terbuka.

Workshop ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 pagi dengan sambutan dari Bapak Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc. untuk membuka acara. Kemudian dilanjutkan pengenalan Bapak Jacob serta outline materi yang akan diberikan. Materi ini mencakup Validasi VDP, Optimasi BMC, Team Building, dan terakhir Marketing Plan. Setelah memaparkan materi, akan dibuka sesi diskusi terbuka baik itu secara individu maupun berkelompok. Peserta yang mengikuti workshop ini berasal dari departemen Sistem Informasi dan bekerja sama dengan departemen Teknologi Informasi.

Pada Workshop Startup, Bapak Jacob menjelaskan bagaimana awal mula perjalanan beliau dalam terjun ke bisnis dan startup. Beliau pernah menjadi karyawan di sebuah perusahaan, tetapi merasa memiliki jiwa entrepreneur. Kemudian beliau mencoba membangun startup sendiri. Disini, beliau mempelajari berbagai macam hal dari Business Development dan profesi lain yang dapat menyentuh aspek manusianya. Karena menurutnya, perusahaan tidak akan bisa berjalan jika hanya sendiri sehingga kita juga perlu beradaptasi dengan manusia. Dalam materi yang disampaikan oleh Bapak Jacob Win, selain perlunya pengalaman, kita juga harus bisa menganalisis lingkungan dengan bantuan beberapa hal seperti gambar berikut ini.

Selain itu, masih ada banyak materi lainnya yang bisa disampaikan oleh Bapak Jacob. Namun, yang terpenting adalah bagaimana startup yang akan kita bangun itu bisa mendapat sebuah value yang baik untuk pengguna. Keluaran yang diharapkan dari adanya workshop ini adalah meningkatkan pemahaman dan wawasan mengenai startup dan memiliki ide dan rancangan awal startup. Untuk departemen Sistem Informasi sendiri, harapannya dapat membentuk tim dalam mempersiapkan lomba Information System (IS) Competition.

Clubhouse, Aplikasi Obrolan yang Jadi Favorit di Kala Pandemi

Aplikasi ClubHouse. Source: popmama.com

Tahun Baru, Semangat Baru!

Wah, tidak terasa teman-teman kita sudah hampir satu tahun belajar dan beraktifitas secara daring. Awalnya pasti kita semua merasa aneh karena semuanya serba online. Namun pada akhirnya kita harus bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi new normal ini. Teknologi pun dibuat semakin canggih di era pandemi dibuktikan dengan banyaknya diciptakan sosial media, smartphone, dan teknologi IT terbaru lainnya.

Baru-baru ini, kita semua dikejutkan dengan munculnya sebuah aplikasi obrolan yang menarik dan populer saat ini, yaitu Clubhouse. Clubhouse dibuat pada bulan Maret 2020 dan diluncurkan pada April tahun 2021 oleh pengusaha Silicon Valley, Paul Davidson dan Rohan Seth. Pada Mei 2020, aplikasi tersebut hanya memiliki 1.500 pengguna, dan bernilai $100 juta. Clubhouse semakin dikenal ketika Elon Musk menyelenggarakan obrolan audio di Clubhouse dengan CEO Robinhood Vlad Tenev. Acara tersebut memaksimalkan batas ruang percakapan aplikasi dan dialirkan secara langsung ke YouTube. Ini membantu mendorong Clubhouse ke puncak tangga lagu startup dan memicu perebutan undangan.

Clubhouse adalah aplikasi jejaring sosial berdasarkan audio-chat. Pengguna dapat mendengarkan percakapan, wawancara, dan diskusi antara orang-orang yang menarik tentang berbagai topik – ini seperti mendengarkan podcast tetapi langsung dan dengan lapisan eksklusivitas tambahan. Namun, Clubhouse sendiri memiliki sistem yang berbeda dibanding sosial media lain dimana Clubhouse hanya untuk undangan. Setelah kita diundang, kita dapat bergabung dengan obrolan dan dapat memilih topik yang menarik, seperti teknologi, buku, bisnis, atau kesehatan. Semakin banyak informasi yang kita berikan kepada aplikasi tentang minat kita, semakin banyak ruang percakapan dan individu yang direkomendasikan aplikasi untuk kita ikuti.

Ruang obrolan Clubhouse juga menarik seperti panggilan konferensi, tetapi dengan beberapa orang yang berbicara di telepon, dan sebagian besar mendengarkan. Setelah percakapan selesai, ruangan akan otomatis ditutup. Tidak seperti Twitch – di mana video streaming langsung tetap berada di platform bagi orang-orang untuk kembali dan menonton – obrolan audio langsung di ruang percakapan menghilang. Namun, ini tidak menghentikan pengguna untuk merekam percakapan langsung. Contohnya seperti pengguna Youtube yang dapat melakukan streaming langsung ruang percakapan yang diluncurkan oleh Elon Musk.

Sayangnya, aplikasi Clubhouse hanya untuk pengguna iOS untuk saat ini. Namun, bukan tidak mungkin bahwa Clubhouse akan dikembangkan juga untuk pengguna Android. Berkaca dari banyaknya perusahaan IT dan Startup yang semakin berkembang, Clubhouse pun telah banyak dilirik pengusaha Startup untuk mengadakan kolaborasi Startup di masa depan.

Sumber:

https://www.theguardian.com/technology/2021/feb/17/clubhouse-app-invite-what-is-it-how-to-get-audio-chat-elon-musk

https://www.popmama.com/life/health/monica-dameria-natasya/aplikasi-clubhouse-obrolan-suara-bersama-orang-lain-menjadi-populer/3

https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-56121626

Data dan Kebijakan di Era Pandemi

Dalam sebuah kesempatan berbicara di acara TED Conference yang diselenggarakan di Vancouver, Amerika Serikat pada 2015 silam, Bill Gates menyampaikan bahwa dunia belum siap dalam menghadapi epidemi berikutnya (mengacu pada kejadian epidemi sebelumnya yaitu SARS dan Ebola). Selanjutnya ia menyarankan agar dunia meletakkan lebih banyak investasi pada persiapan dalam menghadapi epidemi yang akan datang. Hanya berselang kurang dari lima tahun, prediksi Gates terbukti, dunia dibuat kelimpungan menghadapi pandemi COVID-19. Bagaimana Gates seolah-olah bisa memprediksi masa depan? Jawabannya adalah data. Dalam artikel yang berjudul “Why I Think We Can Predict the Future” di laman blog-nya, Gates menjelaskan secara gamblang data yang dia temukan dan pelajari terkait dengan pandemi dan bidang kesehatan.

                Data merupakan suatu aset penting karena data dapat menjadi suatu dasar untuk memprediksi keadaan di masa depan. Karena data memiliki sifat saling terkait satu sama lain (linked-data), untuk menganalisisnya diperlukan aspek multidimensi, yaitu melihat data dari berbagai sudut pandang. Sebagai contoh, penderita kasus positif corona pasti terkait dengan data lokasi, data lokasi terkait dengan data ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan, sedangkan data tenaga kesehatan terkait dengan data ketersediaan alat kerja (APD, masker), dan seterusnya.

                Hasil analisis dari data-data multidimensi inilah yang ketika digunakan sebagai dasar langkah pengambilan kebijakan, dapat menjadi suatu strategi yang tepat dalam menghadapi pandemi ini. Taiwan mencontohkan dengan cara mengintegrasikan tiga basis data yaitu data asuransi kesehatan, data imigrasi, dan data rumah sakit. Dengan menggunakan AI dan Big Data, Taiwan melakukan tracing untuk memetakan orang yang paling berisiko berdasarkan pengalaman perjalanan dan rekam mediknya. Hasilnya, Taiwan menjadi salah satu negara terbaik dalam merespon COVID-19, yang hingga tulisan ini dibuat total kasus positifnya hanya 442 orang, dan meninggal 7 orang.

Sumber : https://news.detik.com/kolom/d-4980560/pandemi-data-dan-kebijakan-publik

Terus Bertumbuh, Pasar Data Center Indonesia Dibidik Perusahaan Singapura

Pertumbuhan pasar data center di Indonesia dari tahun ke tahun tumbuh semakin baik. Menurut Hendra Suryakusuma, Ketua Umum Asosiasi Data Center Indonesia (IDPRO), pasar data center di Indonesia tumbuh 30 persen setiap tahunnya sejak 2014. Pertumbuhan ini tak terlepas dari kenaikan jumlah pengguna internet di Republik ini, yang berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2018 mencapai 171,17 juta jiwa. Pertumbuhan pengguna internet itu berbanding lurus dengan kebutuhan data, terutama bagi pelaku bisnis digital. Mereka membutuhkan banyak perangkat penyimpanan data untuk meningkatkan performa bisnisnya. Hal tersebut menjadi salah satu alasan pelaku bisnis menempatkan data center mereka pada layanan colocation data center pihak ketiga.

                Data center merupakan pusat fasilitas sistem komputasi, jaringan, serta database. Perannya mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan mendistribusikan data dalam jumlah besar. Sementara colocation data center adalah jasa penempatan perangkat server, telekomunikasi, penyimpanan, dan lainnya pada lokasi data center pihak ketiga. Dalam memilih layanan data center pihak ketiga, salah satu faktor kunci yang dipertimbangkan adalah lokasi. Hal inilah yang membuat perusahaan data center yang berpusat di Singapura, SpaceDC hadir di Indonesia.

                SpaceDC berkomitmen untuk menumbuhkan pasar data center di Indonesia, mengingat bahwa Indonesia dianggap sebagai salah satu pasar data center tradisional. Sebagai mitra data center, SpaceDC menyediakan beragam solusi untuk membantu kebutuhan bisnis perusahaan. Perusahaan tersebut berharap dapat meningkatkan adopsi data center di Indonesia untuk mempromosikan transformasi digital di seluruh sektor industri.

Siap Masuk Indonesia, Facebook Pay Permudah Transaksi di Facebook, Instagram dan Whatsapp

Sebagian masyarakat Indonesia tentunya sudah familiar dengan transaksi melalui beberapa platform dompet digital, terutama di kota-kota besar. Beberapa dari yang sudah terkenal adalah OVO, GoPay, Dana, dan Link Aja. Namun, baru-baru ini Reuters melaporkan bahwa Facebook kini telah dalam tahap persiapan pengajuan izin ke Bank Indonesia untuk meluncurkan sistem pembayaran digital, Facebook Pay di Indonesia. Kabarnya, Facebook Pay akan menggandeng tiga perusahaan dompet digital besar Indonesia. Ketiga perusahaan tersebut adalah OVO, GoPay, dan LinkAja.

                Sejak diperkenalkan pada November 2019 silam, Facebook Pay yang kala itu hanya tersedia di Amerika Serikat bisa digunakan pada tiga aplikasi milik Facebook Inc., yaitu Whatsapp, Facebook, dan Instagram. Dengan menggunakan Facebook Pay transaksi semacam penggalangan dana, transfer antar pengguna, maupun pembelian dari Facebook Marketplace akan dapat dilakukan tanpa harus keluar dari aplikasi-aplikasi tersebut. Deborah Liu, VP, Marketplace & Commerce Facebook dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa Facebook Pay merupakan bagian dari kelanjutan usaha Facebook Inc. dalam menciptakan perdagangan yang lebih nyaman, udah diakses, dan aman bagi pengguna aplikasi mereka. (FA)

Sumber : https://www.reuters.com/article/us-facebook-indonesia/facebook-three-indonesian-firms-in-early-talks-for-mobile-payment-approval-sources-idUSKBN2220UF

Startup Visit, Belajar Merintis Startup dari Ahlinya

Startup saat ini merupakan hal yang sudah familiar didengar. Demi membantu menaikkan minat mahasiswa dalam membuat startup atau bekerja pada suatu perusahaan startup Departemen Entrepreneur HMSI mengadakan kegiatan Startup Visit. Startup Visit merupakan sebuah workshop dimana mahasiswa Departemen Sistem Informasi diberikan arahan bagaimana cara membuat sebuah startup dari nol. Acara yang rencananya akan dilaksanakan tiga tahap yaitu tahap pertama pada bulan maret, tahap kedua awal April, dan tahap ketiga awal mei ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa SI supaya dapat berkarya melalui startup ini.

Suasana Startup Visit Tahap Pertama

Tahap pertama dan kedua dari startup visit sendiri sudah selesai diselenggarakan dimana tahap pertama berjalan dengan lancar dan sukses serta dilaksanakan secara offline di DSI ITS, kali ini kita akan membahas mengenai tahap kedua dari startup visit. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 11 april 2020 ini dihadiri oleh 40 peserta dan seorang e-business coach sebagai pembicara, Jacob Win. Acara yang seharusnya dilakukan secara offline di Departemen Sistem Informasi harus dilaksanakan secara daring melalui Zoom dikarenakan pandemik Covid-19, Aliif selaku ketua mengatakan merasa sulit untuk melakukan perencanaan ulang startup visit tahap kedua ini untungnya dibantu oleh Pak Andre selaku Dosen TKK DSI. Acara startup visit sendiri dimulai dari pukul 9.00 WIB sampai 15.00 WIB yang dibagi menjadi dua sesi yaitu materi 1 (how to build a startup) dan materi 2 (sharing session) serta jeda coffee break diantara materi 1 dan 2.

Startup Visit Tahap Kedua yang Dilaksanakan dengan Zoom

Acara yang juga dihadiri oleh Kepala Departemen SI, Pak Mudja serta Dosen TKK DSI Pak Andre ini diikuti dengan antusias dan proaktif oleh peserta. Dengan diadakannya acara ini Aliif selaku ketua startup visit kali ini dan staff Departemen Entrepreneur HMSI Berani Berarti berharap bahwa mahasiswa yang berpartisipasi pada workshop ini bisa membuat startup besar yang dapat membuka lapangan kerja serta membantu meningkatkan ekonomi bangsa melaui startup serta lebih banyak mahasiswa SI yang berpartisipasi pada tahap ketiga nanti.

Rehat Sejenak Bersama Movie Night

Departemen Internal Affairs (IA) HMSI kembali mengadakan kegiatan untuk mahasiswa SI. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dari Departemen IA HMSI yang bernama Movie Night dimana tahun ini ketua pelaksananya adalah Ana dari IA . Movie Night sendiri sudah ada sejak tahun 2018 dimana acara ini bertujuan untuk memberikan sarana refreshing kepada Mahasiswa SI dan juga menjadi wadah untuk menjaga keakraban Mahasiswa SI tiap Angkatan.

Keseriusan penonton saat menikmati film di movie night.

Acara movie night diadakan pada kamis, 24 Februari 2019 di Ruang 2208 Departemen Sistem Informasi dan dihadiri oleh Mahasiswa SI Angkatan 2017 dan 2018. Film yang diputar kali ini adalah “Doctor Sleep”, dimana film ini dipilih berdasarkan hasil voting dari seluruh mahasiswa SI. Acaranya sendiri dimulai dengan pembukaan pada pukul 19.30 dilanjutkan dengan pemutaran film dan berakhir pada pukul 23.00. Selama pemutaran film berlangsung para penonton diberikan snack dan minuman gratis oleh Departemen IA supaya lebih terasa nuansa menonton film di bioskop. Harapan Ana selaku ketua pelaksana adalah semoga mahasiswa SI bisa merasa senang dengan adanya acara ini dan harapan dari penonton adalah supaya acara ini tetap ada agar menjadi wadah untuk stress-release bagi mahasiswa SI.


Ingin tahu informasi menarik lainnya? Yuk, ikuti media sosial HMSI FTIK ITS lainnya di
hima.is.its.ac.id/medsos

Tinggalkan Budaya Penamaan Lama, Google Resmi Luncurkan Android 10

Google baru-baru ini mengeluarkan sistem operasi baru yang diberi nama Android 10 atau bisa disebut dengan Android Q, meninggalkan budaya penamaan kudapan pemanis atau dessert yang biasa mereka gunakan untuk versi sebelumnya seperti Nougat atau Jelly Bean. Android Q resmi dirilis pada 3 Sepetember 2019 oleh Google. Ponsel milik Google, Google Pixel, merupakan ponsel pertama yang menggunakan teknologi ini. Sebelumnya, muncul nama prediksi makanan seperti Quesadilla atau Quiche yang akan menjadi penamaan Android Q, namun Google akhirnya memilih untuk menyederhanakan penamaannya dengan merilis Android 10. Google menyatakan, penyederhanaan nama dilakukan untuk lebih mengglobalkan sistem operasi dengan angka, yang sebelumnya cukup sulit dilakukan dengan nama dessert berurutan alfabet.

Seperti yang dilansir dalam situr resmi Android, Android 10 hadir dengan sembilan fitur andalan yakni, Live Caption yang akan mengautomatisasi  caption di ponsel saat melihat video, podcast maupun rekaman tanda menggunakan paket data, Smart Reply yang akan memberikan saran dan mengarahkan pengguna kepada tindakan lanjut yang mungkin dilakukan, Sound Amplifier yang akan menyaring noise dan menyempurnakan tune, Gesture Navigation yang menawarkan gestur baru yakni swipe layar ponsel dari ujung kanan ke kiri untuk perpindahan aplikasi, Dark Theme yang membantu daya baterai lebih tahan lama, Privacy And Location Control yang mengoptimalkan pengaturan privasi dan penyimpanan data menjadi satu, Security Updates yang akan memberi notifikasi keamanan dan privasi dengan Google Play, Focus Mode yang dapat menghentikan sementara kinerja dan notifikasi aplikasi, serta Family Link yang membantu orang tua untuk memantau aktivitas anak – anaknya dalam penggunaan ponsel.

Hingga saat ini Android 10 sudah dirilis pada beberapa ponsel keluaran terbaru yakni Asus Zenfone 5z, Essential PH-1, HMD Global Nokia 8.1, Huawei Mate 20 Pro, LG G8, OnePlus OP 6T, Oppo Reno, Realme 3 Pro, Sony Xperia XZ3, Tecno Spark 3 Pro, Vivo X27, Vivo NEX S, Vivo NEX A, Xiaomi Mi Mix 3 5G, dan Xiaomi Mi 9. (AA)

Sumber: https://www.android.com/android-10/

https://inet.detik.com/consumer/d-4692877/10-fitur-unggulan-android-10