TAHU TECH : Cara Melindungi Nomor Telepon dan Kenapa Itu Penting?

Halo Sobat Karya!

Kita menggunakan nomor telepon tiap waktu, saat sign-up ke sebuah situs maupun layanan, reset account, hingga memakai two-factor authentication agar dapat login dengan aman.

Namun, kita perlu berhati-hati nih.. Melalui nomor telepon, seorang hacker dapat meng-hijack akun pemilik nomor dengan cara mendapatkan password reset yang dikirimkan ke nomor yang telah diretas.

Setelah itu, mereka dapat mengakses akun penting seperti social media, email, hingga m-banking.

Gimana tuh caranya??

Seringkali, hacker akan menemukan nomor ponsel target mereka di internet, lalu menelepon customer service dengan menyamar sebagai pelanggan.
Mereka menjawab beberapa pertanyaan sederhana dari customer service (seperti alamat, tanggal lahir, dsb) dan memintanya untuk ‘memindahkan’ nomor ponsel ke SIM Card yang lain.

Setelah pemindahan selesai, nomor telepon target akan dipindahkan ke SIM Card hacker, sehingga ia dapat mengakses akun-akun pemilik asli.Ponsel pemilik akan kehilangan layanan seluler tanpa alasan yang jelas.

Untuk melindungi nomor telepon dari serangan seperti itu, kita dapat menambahkan kode keamanan sekunder, dengan cara: menelepon customer service ataupun melakukannya secara online. Ini berfungsi agar hanya pemilik asli yang dapat melakukan perubahan atau memindahkan nomor teleponnya. Untuk melindungi nomor, provider biasanya menggunakan password, passcode, atau passphrase.
Dengan kode keamanan ini, nomor kalian akan tetap terlindungi dari para hacker iseng

Sumber: https://tcrn.ch/2ERos3A

Ingin tahu informasi menarik lainnya? Yuk, ikuti media sosial HMSI FTIK ITS lainnya di
hima.is.its.ac.id/medsos

TAHU TECH – Mari Mengenal Jaringan 5G!

Halo, Sobat Karya!

Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan nama jaringan 5G ini. Konon, jaringan ini memiliki kecepatan 100x lebih cepat dari jaringan 4G loh!

Sebenarnya, seperti apa sih jaringan 5G ini? Kita simak yuk!

Selain memiliki kecepatan hingga Gbps, 5G juga mampu menampung satu juta perangkat per kilometer persegi. Lalu, jumlah waktu yang diperlukan jaringan internet dalam transmisi data (latensi) sebesar 1ms, dan jauh lebih rendah dari 4G (45ms), sehingga setiap perangkat yang terhubung bisa berkomunikasi lebih cepat

Karena latensi sangat rendah dan kecepatan sangat tinggi, penerapan teknologi 5G membuka akses terhadap interconnected devices, seperti smart home, self-driving car, dan masih banyak lagi

🇮🇩Soal uji coba, Indonesia sendiri sudah pernah melakukannya di beberapa operator seluler, contohnya adalah XL Axiata yang dilakukan di Kota Tua. Dari hasil uji coba tersebut, jaringan 5G menembus 11Gbps, dan jika dalam kecepatan maksimal, bisa tembus 20Gbps loh!

Tapi, meskipun teknologi ini sudah dikonsep untuk mengatasi segala masalah sinyal radio dan jaringan mobile, besar kemungkinan jangkauan tersebut tidak merata, pengembangan infrastruktur butuh dana sangat tinggi, serta pergantian perangkat yang pasti itu bukan hal yang murah

Kapan jaringan ini akan dirilis secara luas ke Indonesia? Untuk saat ini belum ada jawaban yang pasti. Kita tunggu saja kabar baiknya ya, Sobat Karya!

Sumber:
https://bit.ly/2SzkoHC, https://bit.ly/2XuRrjI
https://bit.ly/2tM9NiA

TAHU TECH – WASPADA, BAHAYA VPN GRATIS DI HP KALIAN!

Halo Sobat Karya!

Siapa di sini yang senang internetan pakai VPN gratis?? Hmm.. Lebih baik hati-hati ya jika menggunakannya!

Karena, berdasarkan hasil penelitian Metric Labs, aplikasi VPN gratis populer memiliki celah untuk memasukkan malware ke dalam ponsel kita nih. Bahkan di antaranya mengandung bug yang melanggar privasi seperti membocorkan DNS.

Dan parahnya lagi, menurut Simon Migliano, selaku Kepala Riset Metric Labs, aplikasi VPN semacam ini dicatat oleh Google sudah diinstall sebanyak 260 juta kali.

Berdasarkan laporan Metric Labs, ada 27 dari 150 aplikasi VPN yang bisa menjadi sumber potensial malware setelah diuji menggunakan aplikasi VirusTotal.

Selanjutnya, 25% dari 150 aplikasi VPN gratis di Play Store memiliki dampak kebocoran DNS, yaitu ketika VPN gagal mengalihkan permintaan DNS ke jalur terenkripsi VPN-nya.

Selain itu, di laporan ini juga menyebutkan bahwa sejumlah VPN gratis meminta akses sensitif pengguna, yaitu 25% meminta akses ke lokasi pengguna, 38% meminta akses ke informasi status perangkat, dan 57% menyelipkan kode untuk mencari lokasi terakhir pengguna.

Untuk itu, kita harus benar-benar bijak dan berhati-hati memilih layanan VPN gratis ini, Sobat Karya.
Jangan sampai data-data kalian diretas sama pihak yang tidak bertanggung jawab ya!

Sumber : https://bit.ly/2R9IDfy , https://bit.ly/2t9il2H

Ingin tahu informasi menarik lainnya? Yuk, ikuti media sosial HMSI FTIK ITS lainnya di
hima.is.its.ac.id/medsos

TAHU TECH – FINTECH, BIKIN TRANSAKSI MAKIN PRAKTIS!

Halo, Sobat Karya!

Siapa sih yang tidak mengenal Go-Pay, T-Cash, atau OVO??

Layanan yang populer ini sangat memudahkan kita untuk melakukan pembayaran melalui ponsel dan tanpa uang tunai, praktis sekali bukan? Layanan tersebut merupakan contoh dari Fintech!

Fintech (Financial Technology) adalah layanan keuangan yang memanfaatkan teknologi modern untuk menunjang transaksi.

Bakal-bakal teknologi ini muncul di era 1980an, di mana komputer mulai digunakan untuk mengakses sistem pencatatan data pada bank. Di tahun 1982, E-Trade memperbolehkan sistem perbankan secara elektronik untuk investor. Seiring berjalannya waktu, Fintech pun makin berkembang seperti sekarang.

Fintech itu cakupannya apa saja sih??
Menurut Bank Indonesia, Fintech terbagi menjadi 4 cakupan, yaitu:
Peminjaman Uang, Penyediaan Pasar, Investasi, dan Pembayaran

Dan basis-basis teknologi yang ada pada Fintech berupa: cloud computing, big data, serta distributed ledger.

Jika ingin menggunakan aplikasi Fintech, pastinya kita perlu mempertimbangkan dahulu aplikasi tersebut. Pilihlah aplikasi yang aman, lengkap, resmi, serta memiliki reputasi yang baik dari user

Semoga menambah pengetahuan kita, Sobat Karya! 

Sumber:
https://bit.ly/2FRl2ip
https://bit.ly/2SogtxA  
https://bit.ly/2BLxYT5

TAHU TECH – 5 TEKNOLOGI POTENSIAL PENGGANTI PASSWORD

Halo, Sobat Karya!
Pasti sudah tidak asing lagi mendengar kata password kan??

Seiring perkembangan teknologi yang makin canggih, ada banyak inovasi yang dapat menggantikan password untuk menjaga keamanan akun kita loh! Apa saja itu?

  • Heartbeat Recognition
    Seperti sidik jari, detak jantung manusia berbeda satu sama lain. Hal ini bisa dideteksi dengan elektrokardiogram (EKG). Salah satu gadgetnya adalah Nymi, gelang yang memonitor detak jantung pemakainya untuk melakukan autentikasi dengan komputer.
  • Facial Recognition
    Ide ini sudah cukup populer dan dicoba oleh beberapa perusahaan, salah satunya adalah Google. Perangkat dapat mendeteksi kecocokan antara wajah yang dipindai dengan data yang disimpan.
  • Iris Recognition
    Iris mata manusia memiliki warna berbeda-beda di sekitar pupil, dan hal inilah yang membuat tiap iris bersifat unik. Pendeteksi iris sudah pernah diterapkan dalam smartphone besutan Samsung.
  • Palm Vein Recognition
    Teknologi ini didasarkan pada pola unik pembuluh vena pada telapak tangan. Salah satu alat yang menggunakannya adalah PalmSecure, yang dikembangkan oleh Fujitsu.
  • Lips Recognition
    Tim ilmuwan di Hong Kong Baptish University menciptakan software pemindai yang mampu membaca bagaimana seseorang mengucapkan kata-kata tertentu. Jadi, walaupun orang lain mengetahui passwordmu, mereka tak bisa mendapatkan akses karena pelafalannya pasti berbeda dengan pemilik akun.

Semoga menambah pengetahuan kita, Sobat Karya!🤗

Sumber:
https://bit.ly/2Kg2fLj
https://bit.ly/2BzHXbg